Mereka Calon Pejabat Departemen Keuangan

Sejak gawe ngawasin yang kerja -dan juga ikut kerja sekalian- bikin minimarket indomaret di Bintaro sektor 5 tiap hari lihat anak umuran sekitar 18 tahun mondar-mandir di jalan depan proyek. Berpakaian celana bahan dasar kain warna hitam, baju kemeja warna putih, potongan rambut rapi tidak gondrong & tidak botak , pakai sepatu kulit hitam dan membawa tas ransel.

Siapa mereka? Ya, merekalah mahasiswa STAN yang kampusnya ada diseberang jalan proyek yang disebut diatas. Melihat penampilan sekilas, kebanyakan mereka nampaknya berasal dari daerah. Penampilan mereka dari segi berpakaian masih standard, wajah masih lugu dan rata-rata jalan kaki ke kampus. *lha, wong mereka tinggalnya/kost di wilayah seputar kampus masa mau pakai mobil BMW, Mercy, Ferrari atau motor Bajaj Pulsar seperti teman kita ini*

Kalau kita bandingkan dengan mahasiswa/si  kampus ini atau mahasiswa kampus ono penampilan dan gaya anak STAN sungguh berbeda dan ketinggalan sekian puluh tahun. Kalau anak STAN ke kampus seperti yang disebutkan diatas, persis kayak PakOsu ngikutin penataran P4 pola 100 jam di tahun pertama diawal masa perkuliahan dulu. Nah, kalau mahasiswa kampus ini dan mahasiswa kampus ono pergi kuliah, -tidak semua, bro-  seperti orang mau ke mal atau mau menonton pertunjukan busana. Pakaian up to date, bau tubuh wangi, model rambut yang lagi tren, dan banyak yang pakai mobil mewah ke kampus.

Sebenarnya tidak relevan juga membandingkan penampilan kedua mahasiswa tadi. Yang satu (mungkin, belum PakOsu cari tahu kebenarannya) mahasiswa kedinasan yang dibiayai oleh negara, yang lain membayar berpuluh juta rupiah untuk bisa kuliah disana. Jadi gak usah dibikin polemik, ya, kawan.

Nah, PakOsu punya cita-cita untuk memasukkan anak PakOsu nanti kalau saatnya tiba untuk berkuliah di STAN ini. Itu juga kalau PakOsu sanggup secara finansial dan mental, juga kalau anaknya mau. Jaman sekarang peran orang tua bukan lagi jadi diktator, tapi jadi motivator dan pengarah yang bener untuk pencapai cita-cita sianak. Menurut informasi yang diterima PakOsu via email dari anak STAN, jaman dia ngikutin test masuk salah satu syaratnya nilai NEM minimal 7 untuk mata pelajaran tertentu. Masuk kuliah disana tidak pakai katabelece atau surat sakti lainnya, murni berdasarkan hasil ujian/test masuk. Disamping itu sebaiknya lebih bagus di logika dan bahasa Inggris. Ayo, siapkan anak sampeyan untuk masuk kesana. Kalau minat, sih….

2 Tanggapan to “Mereka Calon Pejabat Departemen Keuangan”

  1. suri Says:

    salam kunjugan saudaraku..
    oh..pakosu ada anak ye? berapa orang cahaya mata ya?

    @ suri

    Ada dua, dua-duanya perempuan. Alhamdulillah.

  2. dafiDRiau Says:

    Rencananya si mau masukin anak kesitu, tp masalahnya Pak Osu kalau belum punya anak gimana Wong Awak masih Lajang gimana mau punya anak…???

    @ dafiDRiau
    Capeklah Dafid nikah, beko kiamaiak dunia hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: