Ayo, Makan Lele…

Pagi ini jam 10.05 wib (26 April 2010)  setelah mendengarkan warta berita di RRI Pro3, PakOsu kembali mendengarkan acara Indonesia Siang di stasiun radio plat merah itu. Kali ini yang jadi topik pembicaraan adalah upaya pemerintah melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Indonesia. Narasumber satu orang dari Departemen Kelautan dan Perikanan dan satu orang lagi dari salah satu lembaga…*PakOsu lupa, dari instansi mana sang ibu berasal?*

Dari pemaparan narasumber, secara nasional konsumsi ikan masyarakat dari tahun ke tahun ada peningkatan. Untuk tahun 2009 konsumsi ikan adalah 30,17 kilogram per kapita per tahun. Konsumsi ikan masyarakat Nusantara ternyata tidak menyebar secara rata, ada perbedaaan signifikan antara penduduk pulau Jawa dengan penduduk luar pulau Jawa. Penduduk pulau Jawa mengkonsumsi ikan sebesar +/- 20 kilogram per kapita per tahun, dengan konsumsi tertinggi di provinsi Banten yaitu sebesar 20,56 kilogram per kapita per tahun dan konsumsi terendah ada di provinsi DIY dengan konsumsi 6,56 kilogram per kapita per tahun.

Ini apa artinya? Dibanding negara tetangga bahkan konsumsi ikan penduduk kita termasuk rendah untuk kawasan, ya, Asean. Sebagai informasi konsumsi ikan perkapita negara Asean data tahun 2003 adalah : Singapura (80 kg), Malaysia (45 kg), Thailand (35 kg), dan Filipina (30 kg). Apalagi kalau dibandingkan dengan negara-negara maju konsumsi ikan perkapita penduduk kita ketinggalan jauh. Jepang, misalnya konsumsi ikan perkapita pertahun adalah 110 kg, *doyan amat ya orang Jepun makan ikan, pantes pintar* Korea Selatan (85 kg), Hongkong (85 kg), dan Amerika Serikat (80 kg).

Bagaimana upaya pemerintah untuk meningkatkan minat masyarakat agar gemar mengkonsumsi ikan? Itu, sih, kerjaannya pemerintah melalui Kementrian Kelautan dan Perikanan. Bukankah PakOsu, anda yang baca blog ini dan masyarakat Indonesia membayar para pegawai kementrian itu melalui pajak yang tidak disunat gayus & gengnya untuk kerja, salah satunya menemukan solusi gimana caranya penduduk gemar makan ikan. Kalau terjadi peningkatan konsumsi ikan 2,5% saja tiap tahun, bisa dibayangkan efek domino ekonomi yang ditimbulkannya. Kebutuhan sarana produksi akan berkembang pesat : misal peralatan tangkap, transportasi, pakan. Perekrutan sumber daya manusia pasti nambah, misal lagi tenaga satpam untuk jaga tambak, hehehe… Ya, kalau tenaga untuk pengelola tambak atau kolam pasti dibutuhkan banyak sekali, juga ahli semisal PPL Perikanan.  Apalagi infrastruktur pendukung sarana dan prasarana sudah pasti dikerjakan yang pertama.

Luas Indonesia yang ¾ nya merupakan laut yang memiliki kekayakan luar biasa yang didalamnya berupa berbagai jenis ikan. Kekayaan laut Indonesia ternyata baru sekitar 58,5 persen dari potensi lestari ikan laut (6,18 juta ton per tahun) yang dimanfaatkan saat ini sehingga optimalisasi pemanfaatan sumber daya kelautan masih jauh dari harapan. Yang bikin PakOsu sedih kekayaan laut kita khususnya ikan lebih banyak dimanfaatkan sama pelaut Jepang dan pelaut Korea.

Ada bocoran juga dari narasumber di acara di RRI Pro3 itu kalau lele dari negara tetangga sudah masuk pasaran Indonesia. Negara pengekspor-nya adalah Malaysia dan Vietnam. Alamak, berjaya juga ternyata negeri jiran itu di bumi pertiwi setelah menguasai sawit dan kayu di pulau Sumatera dan Kalimantan. Ralat, bro, encik itu juga berjaya di telekomunikasi, perbankan, pertambangan batu bara, penerbangan dan menyusul sektor usaha lainnya. Lha, kita berjaya apa di Malaysia? Ada, deh. Indonesia berjaya dibidang ekspor TKI dan TKW ke negara pakcik Najib. hiks….

Nah, untuk menggalakkan peningkatan konsumsi ikan di Nusantara, maka diadakanlah Festival Lele Nusantara 2010 yang akan diadakan dari 22-23 Mei 2010, tempatnya di Parkir Timur Senayan, Jakarta. Makan ikan, yuk. “Mas, pecel lele dua porsi. Satu dibungkus, satu makan disini.”

Satu Tanggapan to “Ayo, Makan Lele…”

  1. Saung Tani Says:

    Mudah-mudahan dari lele ini Indonesia bisa berjaya ya..he..3x..

    @ Saung Tani

    Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: