Musim Duren Sepanjang Tahun

Tidak dipungkiri Thailand emang unggul, -dibandingkan bangsa dhewek- dalam membudidayakan beberapa jenis buah-buahan tropis. Yang jadi fenomenal tentu saja salah satunya adalah buah duren. Coba pikir, negeri gajah putih itu bisa sepanjang tahun bikin musim duren. Karena mungkin begitu banyaknya duren di Thailand sana, mereka eksport ke mancanegara. Salah satunya, ya, negeri tercinta ini. Lha, kalau negeri dhewek musim durennya tergantung kemauan alam. Padahal pakar tanaman buah-buahan di negeri dhewek juga tidak sedikit, lalu kenapa tidak bisa bikin musim duren sepanjang tahun?

Eh, ada coy, tempat di negeri dhewek yang punya musim duren sepanjang tahun. Adanya di Jakarta juga. Ente gak percaya? Nih, PakOsu unjukin. Kalau anda jalan dari arah Pancoran menuju Depok di jalan raya Pasar Minggu setelah showroom mobil volvo pas sebelum SPBU alias pom bensin, disitulah adanya musim duren sepanjang tahun itu. Ditempat itu gak kenal musim hujan, musim panas,  musim kering, musim banjir, musim markus dan musim-musim lainnya. Pokoknya dijamin ada duren di trotoar itu sepanjang tahun…






6 Tanggapan to “Musim Duren Sepanjang Tahun”

  1. abraruna Says:

    keren dung😀

  2. munir ardi Says:

    duren tahilang begitu ya pak sepanjang tahun , ada sih disini di Sul-sel tapi mahalnya beuu berat dikantong, terimakasih pak sudah berkunjung ke blog aku

  3. Anton Says:

    Buliah mintak durianyo ciek pak Osu.

    @ Anton

    Ambiaklah…

  4. fansmaniac Says:

    Buah favorit saya nih Pak Osu… duren😀

  5. sarry (@sarryCintya) Says:

    wow mantaff
    kepengen makan duren lagi deh

  6. sarry (@sarryCintya) Says:

    wow mantaff
    pengen makan duren

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: