Kemana Perginya

Pagi ini, 1 Mei 2010 berita RRI Pro3 jam 9.00 wib.”Kabupaten Aceh Utara tahun ini tidak menerima dana reboisasi dan rehabilitasi hutan sebagaimana tahun sebelumnya,” kata  Edi Sofian pejabat Dinas Kehutanan kabupaten itu.

Jadi gak ada usaha penghijauan kembali hutan yang sudah gundul tahun ini di kabupaten itu, dong. Gak tahulah, karena itu adalah wewenang dan kewajiban pemda setempat.

Dulu jaman orba uang iuran DRR yang dipungut pemerintah kepada pengusaha punya HPH sangat besar. Uang yang terkumpul hanya sebagian kecil, mungkin, yang kembali digunakan untuk penghijauan hutan. Sisanya kemana? Ya, sekali lagi PakOsu gak ngeh. Lha, wong bukan pejabat kehutanan  atau anggota LSM yang fokus kepada hutan, kok.  Cuma PakOsu ingat, dulu uang iuran DRR bisa dipinjam pengusaha untuk kegiatan pengembangan usaha yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan usaha sektor kehutanan. Misal pinjam uang iuran DRR untuk bangun apartemen atau pabrik tekstil. Lha, kok bisa? Ya, bisa, dong. Dasarnya, ya, hubungan baik pertemanan pemegang uang iuran DRR dengan pengusaha  dan “sedikit” uang kadeudeuh dari sang pengusaha. S eperti kata teman PakOsu, “Hepeng na mangatur dunia on.” Ya, kalimat itu berlaku bagi orang yang imannya gak kuat nahan godaan uang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: