Mereka Memang Ada

Pernah baca berita tentang Cowboys In Paradise? Itu adalah film dokumenter yang dibuat oleh warganegara India bernama Amit Virmani yang bertindak sekaligus sebagai sutradara. Filmnya, sih, katanya tentang gigolo di Bali yang banyak dilakoni oleh anak pantai penduduk setempat.

Bagaimana persisnya film itu? Wah, kalau pertanyaan seperti itu diajukan ke PakOsu jelas PakOsu gak bisa menjelaskan. Apa pasal? Sebab PakOsu belum nonton film itu dan juga belum baca referensi, ulasan atau kupasan mengenai film itu.

Melihat realitas, jelas penjual jasa sorga duniawi itu ada. Pengakuan Joni, -nama dipalsukan- seperti dia ngomong di tv di berita Global Malam 28 April 2010. Dia sudah memberikan service kepada lebih kurang 600 turis wanita mancanegara. Dari hasil service itu dia berhasil mendapatkan enam orang anak yang diasuh oleh si ibu masing-masing anak di Negara mereka. Dan hebatnya tidak seorangpun dari ibu sianak itu yang minta dinikahi. Lebih hebat lagi si Joni tiap bulan menerima kiriman uang berjumlah Rp. 20 juta dari keenam ibu anaknya. *wuiiihhh.. enak tenan si Joni*

Bukan hanya di Bali, dimana-mana dimuka bumi ini. Kalau yang di Bali itu, jumlahnya mungkin saja tidak sedikit. Banyak pemuda setempat yang menyewakan papan selancar juga berperan ganda yaitu menyewakan “perangkatnya” untuk para turis mancanegara. Bagi turis-turis itu, selagi mereka senang dan menikmati gak jadi masalah. Mereka, para turis itu mana mungkin memikirkan masalah moral atau rasa sopan seperti yang kita anut. *eh, masih gak ya nganut sopan santun* Prinsipnya, mungkin, gua suka loe mau : let`s go!

Ya, seperti kalo kita pergi ke Italia masa sampai disana kita mau cari gado-gado. Bisa jadi pikir turis-turis itu, misal wisatawan Jepang, gua udah sampai di Bali masa harus makan shusi terus? Kalau makanan itu di Negara gua bejibun dan gua bisa bosan disodorin itu-itu mulu. Jadi, gua pengen masakan lokal, ya, selingan gitu, friend.

Ah, daripada omongan gak penting ini berkepanjangan lebih baik disudahi aja. Masalah mau makan makanan import sesekali, itu urusan sampeyan tak iye…

Satu Tanggapan to “Mereka Memang Ada”

  1. Asop Says:

    Ini sebuah bukti bahwa di balik hingar bingar gemerlap Bali, ada saja duri kecil yang mengganggu.😐

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: