Archive for Mei 3rd, 2010

Hari Pendidikan Nasional

Mei 3, 2010

Hari ini (maksudnya waktu bikin draft tulisan ini), 2 Mei 2010. Hari minggu, sih, emang. Harinya para pekerja libur setelah bekerja selama enam atau lima hari dalam seminggu. Sebenarnya ada yang lebih dari sekedar hari libur, bahkan dari May Day sekalipun. Ya, anda benar, yang pikirannya melayang kepada sosok pendidik gigih dan kharismatik dari Jogyakarta ini. Ki Hadjar Dewantara lahir di Yogyakarta, 2 Mei 1899 dengan nama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat.  Beliau mendirikan perguruan Taman Siswa yang memberikan kesempatan bagi para pribumi untuk bisa memperoleh pendidikan seperti halnya para priyayi maupun orang-orang Belanda.

Nah, pada hari Pendidikan Nasional ini, -dulu waktu PakOsu SMP diperingati tiap tahun dengan upacara bendera- PakOsu mengucapkan terima kasih :

  1. Almarhumah Amak dan almarhum Apak. Sepasang petani tangguh yang sudah berusaha banting tulang dan bekerja keras. Apapun dilakukan demi keinginan untuk melihat anaknya maju pendidikannya. “Mokasi Amak, mokasi Apak. Indak bisa tabaleh jaso Amak jo Apak untuak manyakolahkan si Al. kini hanyo do`a nan bisa si Al mohonkan ka hadirat Allah swt.”
  2. Kedua kakak PakOsu dan keluarga yang lain yang sudah berusaha membantu guna mewujudkan cita-cita mulia.
  3. Para guru yang sudah mendidik tanpa bosan.
  4. Orang tua asuh.
  5. Keluarga yang punya kost, yang berlapang dada karena sering terlambat pembayaran kost-nya.
  6. Teman satu kost karena bermurah hati untuk saling berbagi beras & sambal dan mengutangkan duit.
  7. Siapa saja yang berjasa dalam perjuangan PakOsu untuk menyelesaikan pendidikan.

Rp. 97 Miliar, Itu Duit Semua, Pak!

Mei 3, 2010

Hari ini, 2 Mei 2010 PakOsu baca koran Berita Kota lagi. Abis cuma koran itu yang dibeli kakak PakOsu, jadi PakOsu bacanya gretongan. 🙂 Headline-nya : “Rekening Jenderal Rp. 95 Miliar.” Kabar itu dilansir oleh Indonesia Corruption Watch (ICW).

ICW mengaku memiliki data seorang jenderal polisi bintang dua punya rekening hingga Rp. 95 miliar. Dan sang jenderal masih aktif di Mabes Polri. Dana sebesar itu dibagi dalam dua rekening yakni satu rekening sebesar Rp. 47 miliar dan rekening lainnya mencapai Rp. 48 miliar. Data transaksi rekening yang masuk terjadi sekitar 2005 – 2008. Uang masuk secara bertahap dan dialirkan ke rekening anak sang jenderal. ICW menduga dana sebesar itu berasal dariperusahaan yang sedang bermasalah dan perorangan yang terlibat kasus.

PakOsu cuma mikir kalau berita ini ditindaklanjuti lalu diserahkan kepada polri yang menyelidiki, ya, ini namanya jeruk makan jeruk seperti kata iklan. Hasil penyelidikan udah bisa dikira-kira. Ya, pasti lucu…