Archive for Mei 13th, 2010

Kaya Raya

Mei 13, 2010

Bacalah artikel dari salah satu situs berita dibawah ini.

VIVAnews – PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) telah menyetor Rp 1,119 triliun kepada pemerintah. Setoran ini menyangkut semua kewajiban keuangan berupa pajak, nonpajak, maupun royalti kuartal I-2010.

Seluruh kewajiban telah dibayar melalui Kementerian Keuangan pada Jumat 30 April 2010.

Khusus royalti, pembayaran pada periode tersebut mencapai Rp 60 miliar, atau lebih besar dibanding kuartal I-2009 sebesar Rp 33 miliar.

”Sebagai kontraktor pemerintah, kami tetap berkomitmen untuk memenuhi kewajiban keuangan tepat waktu, sesuai kontrak karya dan ketentuan lain yang berlaku,” kata Manajer Senior Hubungan Eksternal Newmont Nusa Tenggara Arif Perdanakusumah dalam keterangannya, Selasa 4 Mei 2010.

Pembayaran pajak terbesar pada kuartal I-2010 adalah pajak penghasilan badan (PPh 25) sebesar Rp 696 miliar. Jumlah tersebut meningkat dibanding kuartal I-2010 senilai Rp 348 miliar.

Selanjutnya bunga, dividen, dan royalti (PPh26) sebesar Rp 164 miliar, atau naik dari sebelumnya Rp 4 miliar. Pajak penghasilan lain-lain (PPh 4,15,23) sebesar Rp 146 miliar, atau meningkat dari Rp 8 miliar. Sedangkan pajak penghasilan perorangan (PPh 21) sebesar Rp 36 miliar.

Hingga saat ini, Newmont Nusa Tenggara telah menyetor pajak, nonpajak, dan royalti sebesar Rp 16,2 triliun kepada negara.

Selain manfaat keuangan langsung kepada pemerintah, Newmont Nusa Tenggara juga memberikan manfaat ekonomi lainnya melalui pembayaran gaji kepada 8.000 karyawan dan kontraktor, pembelian barang dan jasa dari lokal maupun nasional, serta program-program pengembangan masyarakat. (art) • VIVAnews 4 Mei 2010.

Hanya dari satu perusahaan saja, jumlah pajak selama satu kuartal bisa terkumpul Rp. 1,1 triliun. Betapa besarnya penghasilan pajak dari sektor pertambangan. Andaikan jika dikelola secara baik. Jumlah perusahaan pertambangan yang beroperasi di bumi tercinta ratusan. Berapa jumlah pajak yang mereka setorkan tiap tahun? Tanyalah pada kantor pajak….

Indonesia begitu kaya-raya, tapi kenapa banyak rakyat yang miskin? ”Karena banyak kekayaan negara yang dikorup dan salah urus negara,” kata hati nurani. Hati nurani sering tidak ditempat ketika sedang dibutuhkan.

Dua Zak Semen

Mei 13, 2010

PakOsu sedang mengatur orang untuk pekerjaan bersih-bersih lantai keramik suatu proyek minimarket di jalan raya Serpong. Tiba-tiba tanpa salam tanpa basa-basi masuk seseorang bersama seorang aparat tentara. Tanpa memperkenalkan diri terlebih dahulu, kedua orang itu langsung meminta dua zak seman. Kata mereka semen akan digunakan untuk membangun sesuatu di asrama baju loreng-loreng yang terletak tidak jauh dari proyek minimarket.

Persoalannya bukan terletak pada jumlah semen yang diminta. Pertama, cara mereka masuk ke properti orang lain tidak menunjukkan sikap seperti kebanyakan yang biasa dilakukan oleh penduduk nusantara. PakOsu masuk lahan milik orang lain yang jelas ada penunggunya pasti minta ijin dulu, setelah sebelumnya memperkenalkan diri dan menerangkan maksud kedatangan. Lha, ini ujug-ujug masuk langsung minta sesuatu tanpa basa-basi.

Ya, PakOsu tahu disitu bertampang layaknya seorang preman dan membawa seorang (oknum) tentara yang berpangkat dua balok merah. Sekarang bukannya jaman main nakut-nakutin, bang. Saatnya sekarang pendekatan yang manusiawi. Pakai cara persuasif. Lihat tuh, di Aceh pakai cara kekerasan bertahun-tahun tidak menyelesaikan masalah konflik. Nih orang, baik preman maupun (oknum) tentara itu, kayaknya kurang baca buku, kurang dengerin berita kali, ya. Sehingga ketinggalan informasi cara pendekatan ke rakyat jelata. Makanya, bang preman dan (oknum) pak tentara banyak baca koran, baca buku. Kalau perlu ikut pelatihan kepribadian supaya punya kemampuan dan ilmu dalam pendekatan ke masyarakat. Eh, ngaco PakOsu kali, nih. Masa tentara dan preman disuruh pelatihan kepribadian, emangnya mau ikut kontes-kontesan…

Sebenarnya yang ingin PakOsu omongkan adalah masalah jasa. Seorang oknum baju loreng-loreng dengan sukarela menemani dan menjadi penyambung lidah untuk seorang oknum preman. Motifnya pasti imbalan yang akan diberikan oleh si oknum preman. Ditingkat rendahan aja sudah begitu. Apa maksudnya begitu? Ya, begitu, deh. TST aja, ya. Coba, bayangkan berapa jasanya kalau untuk beking pengusaha besar. Jadi kalau laporan ICW menyebutkan, seperti yang dilansir koran beberapa waktu lalu, bahwa ada jenderal polisi yang masih aktif punya uang di dua rekening bank berjumlah puluhan miliar rupiah? Ya, tergantung ente-ente aja menyikapinya. Orang punya uang di rekening bank bermiliar-miliar rupiah, ya, sah-sah saja. Asal didapat dari cara yang wajar dan jalan benar. Bahasjim, -pegawai pajak itu, tuh-  bisa punya duit berpuluh-puluh miliar rupiah dari jasa konsultasi perpajakan. Barangkali juga pak polisi yang di curigai ICW membuka konsultasi dibidang penyidikan kasus sehingga punya penghasilan sampingan yang menggiurkan. Mana tau. Ya, gak bro.

Rumah Gadang Jadul

Mei 13, 2010

rumah gadang jaman saisuak

didapat dari sini, bro

Jangan Pake Rem Tangan

Mei 13, 2010

Dua kali menyaksikan hari ini kejadian didepan mata. Motor ngerem mendadak langsung jatuh. Kejadian Pertama di depan Pasar Ciputat deket pangkalan angkot Ciputat – BSD via Ciater.  Kejadian kedua di pengkolan deket masjid sebelum pertigaan Kedaung Pamulang.

Kenapa bisa jatuh? Analisis PakOsu mungkin sipengendara motor ngerem mendadak pake rem tangan. Ngeremnya sekaligus pakem, sehingga daya dorong dari motor dan beban diatasnya menumpu pada ban depan yang mengakibatkan puntiran. Sang pengendara tidak kuat menahan beban dan tidak bisa menjaga keseimbangan. Eh, daripada pusing nerangin kayak guru fisika aja. PakOsu cuma pengen bilang kalo ente seorang biker, jika mau ngerem mendadak jangan pake rem tangan depan. Lebih baik pake rem belakang, akan lebih bagus lagi pakai rem muka belakang dan bisa jaga keseimbangan. Gitu aja…

Lancar

Mei 13, 2010

PakOsu perhatikan jalan raya Serpong dimulai dari mal WTC sampai ke persimpangan jalan ke Puspitek Serpong. Jalannya lancar walaupun ada ketersendatan dibeberapa titik akibat adanya U-turn. Kenapa bisa lancar?

  1. Kondisi badan jalan lumayan lebar, ada empat lajur jalan pada masing-masing jalurnya.
  2. Lapisan aspalnya mulus, walau ada sedikit permukaan dibeberapa titik yang rusak.
  3. Sedikit terdapat U-turn, sehingga meminimalisir terjadinya stagnan.
  4. Jarang terjadi pelintas-batas disembarang tempat. Maksudnya orang menyeberangi jalan seenak dhewek jarang, karena ada jembatan penyebarangan yang memadai.
  5. Kemiringan badan jalan lumayan bagus, saluran pembuangan air dan got berfungsi baik.

Lalu ada suara datang menghampiri dan berbisik, ”Jalan itu dulunya dibangun oleh pengembang bonafid.” Kalau begitu suruh aja pengembang bonafid perbanyak jalan bagus. Daripada pemerintah bonafid tapi mau bikin jalan umum berbayar buat warganya. Uedan, bukan?

Junkfood

Mei 13, 2010

Di negara asalnya sudah banyak ditinggalkan pelahapnya. Disini, di negara tercinta jadi salah satu gaya hidup, petunjuk kemapanan ekonomi, dan tempat jualannya jadi semacam tempat untuk sosialisasi kalangan tertentu. Kalau buat PakOsu? Ya, mbuh…

Junkfood sehatkah buat anda? Ya, mbuh…

Banjir

Mei 13, 2010

Barusan hujan selama 15 menit, jalan didepan warteg ini sudah digenangi air sedalam -/+ 30 cm. Padahal jalan protokol milik negara yang pemeliharaannya dibiayai dari APBN. Apa yang salah? Oh, ternyata saluran pembuangan air dari badan jalan mampet, got penampungan dan pengaliran air juga penuh oleh material tanah dan sampah. Jadi, ya, wajar terjadi genangan air di area jalan ini. Bisa dibayangkan kalau hujan turun selama satu jam. Banjir pasti.

bersama Bang IS membangun tangsel

Mei 13, 2010

Iklan layanan non masyarakat ini banyak di jumpai di dinding kaca angkot jurusan Ciputat – BSD via Ciater, Ciputat – Jombang, Ciputat – Cileduk. Kalau angkot jurusan lain ya, ada juga kayaknya. Eh, ada cing, angkot jurusan Lebakbulus – Bintaro, angkot jurusan Bintaro – Pondok Jagung juga ada.  Iklan itu tentu saja mengajak masyarakat untuk memilih bang Is pada waktu pemilukada Tangerang Selatan yang akan datang. Minimal bang Is sudah ikut memberi kerjaan pada tukang sablon dan membayar ke sopir angkot untuk nampangin iklannya. Tentang pilihan, tentunya rakyat punya jago masing-masing.