Archive for Mei 17th, 2010

Daftar Harga dan Syarat Pembelian Apartemen Pancoran Riverside

Mei 17, 2010

Daftar Harga apartemen bersubsidi Pancoran Riverside

Saya Legal, kok…

Mei 17, 2010

Surat Keterangan sebagai Freelance Marketing Pancoran Riverside

Ada yang meragukan keabsahan saya sebagai tenaga freelance untuk pemasaran apartemen bersubsidi Pancoran Riverside. Nah, itu diatas surat keterangannya, menjelaskan posisi saya itu. Saya tenaga pemasaran yang sah, kok.

Tidak Ngasih Tau

Mei 17, 2010

Lebih kurang sebulan lalu mampir di warnet itu. Semalam mampir lagi untuk scan dokumen dan ngenet sebentar. Selesai ngenet PakOsu nanyain sama penjaga warnet.

“Mas yang biasa nungguin malam hari kemana, dik.”
“Mas yang mana, ya.”
“Mas yang jaga malam, yang badannya agak gemuk, biasanya dia jaga sama istrinya.”
“Oh, maksudnya mas Riyan.”
“Iya kali. Saya, sih, saya gak tau namanya. Tapi dia sering jaga malam sama istrinya.”
“Dia udah meninggal sekitar dua minggu lalu. Meninggal di Jawa, katanya, sih, sakit dalam.”
“Innalillahi wainnailaihirojiun.”
“Maafin segala kesalahan mas Riyan, ya, pak.”
“Iya, sama-sama. Saya juga minta maaf. Dulu waktu tinggal di Pejaten saya sering ngenet malam-malam disini. Ya, yang jagain mas Riyan.”

Umur manusia siapa yang tahu. Kemaren masih kelihatan segar bugar, hari ini masuk rumah sakit. Hari ini masih kelihatan ceria, mana tau besok badan jasmani sudah jadi jasad dan disebut mayat. Maut itu datang tidak ngasih tahu, tidak ngetuk pintu, juga tidak memberi tahu kepada siapapun keluarga yang mau ditinggal. Sudah siapkah PakOsu?

Siap tidak siap, sang pencabut nyawa datang tepat pada waktunya.

Sudah Tiga Tahun

Mei 17, 2010

Cerita pendek seseorang :

Ketemunya di fesbuk setelah tidak ada kabar berita sejak tahun 1987. Ketika masih di kampung saya kurang akrab, disebabkan beda kampung dan dia setahun diatas saya. Mungkin juga karena khemistri kami waktu itu kurang nyambung. Waktu ceting di fesbuk dia suruh saya datang ke tempatnya.

Saya bela-belain menembus hujan, malam-malam jam sepuluh saya bertandang ke tempat dia. Begitu ketemu saya lihat badannya masih seperti dulu, tidak mengembang seperti kebanyakan badan kawan seusia dia.  Hanya raut muka dan warna rambut berubah karena dimakan usia. Kumisnya juga udah banyak yang berwarna putih.

Setelah saling menanyakan kabar keluarga masing-masing, dia ceritakan kalau dia sudah tiga tahun tidak balik ke rumah. Istrinya yang orang pantura, kalau dia ada di Jakarta, kadang mengunjunginya. Saya tanya kenapa bisa begitu, dia jawab karena ada campur tangan pihak ketiga dalam rumah tangganya.Dan orang ketiga itu bukan orang jauh, tapi keluarga dekat, sangat dekat.

Jawabannya membuka luka dan menusuk jantung. Saya juga mengalami apa yang dia alami. Saya ceritakan apa yang saya alami dalam berkeluarga. Ada persamaan nasib. Dia tiga tahun tidak pulang bisa tegar, saya yang baru dua bulan belum pulang sering stress. Kalau lagi dilanda rindu anak, dunia dan isinya tidak adil memperlakukan kami. Itu yang kami rasakan.

Akhirnya kami bercerita yang indah-indah saja untuk tidak membebani otak, mental dan jiwa. Derita memang tak lepas dari manusia hidup…