Archive for Mei 25th, 2010

Bajak

Mei 25, 2010

Pengen usaha berkembang maju pesat atau pengen mendapatkan sesuatu yang lama  diinginkan tapi gak kesampaian? Pekerjakanlah orang yang ahli untuk untuk merealisasikan hal itu. Bagaimana kalau tenaga yang kita butuhkan masih dipekerjakan oleh pihak lain? Bajakla dia. Banyak tenaga bajakan ini sudah memberikan hasil yang mencengangkan buat pemiliknya.

Puluhan tahun lalu orang tercengang akan keberanian Bakrie membajak Tanri Abeng dari Multi Bintang. Tidak terbayangkan sama sekali di benak banyak orang keberanian Bakrie Senior untuk membayar Tanri Abeng begitu mahal. Setelah perjalanan waktu, Tanri memberikan bukti akan pembayaran mahal yang dikeluarkan sang pemilik. Bakrie Bhother berkembang pesat dan melesat menjadi salah satu konglomerat yang disegani di negeri ini.

Di bidang pertelevisian, misalnya, kita tentu tidak akan bisa membayangkan maju pesatnya transtv dan trans7 tanpa mempekerjakan Ishadi SK dan Wisnutomo. Mereka otak kemajuan kedua tivi itu sejauh yang dilihat oleh banyak orang. Atau tanpa merekrut Karni Ilyas dan Alex Kumara bisakah orang membayangkan wajah tvone saaat ini. Di kedua orang ini, mereka merubah Lativi menjadi tivi yang banyak ditonton pemirsa dan menjadikannya salah satu sumber berita terkini.

Di bidang olahraga, bahkan bajak-membajak pemain sudah menjadi bisnis yang sangat menggiurkan. Di sepakbola misalnya, demi untuk mendapatkan prestasi yang yang diinginkan sang pemilik klub bersedia mengeluarkan uang yang tidak sedikit untuk mengangkat prestasi klub. Orang tidak akan lupa usaha Florentino Perez mendatangkan para pemain bintang berharga ratusan juta euro demi untuk mendapat piala yang diinginkan dan mematahkan dominasi Barca di kompetisi lokal. Dan prestasi terbaru Jose Mourinho menghadirkan treble untuk Intermilan membuktikan kalau Moratti tidak salah pilih orang. Walaupun Mourinho didapatkan Inter dengan tidak membajak.

Prinsipnya adalah bila anda tidak sanggup mengerjakan sendiri untuk kemajuan, pekerjakanlah orang lain yang punya keahlian untuk melaksanakannya. Orang lain mampu membuat terobosan dan memandang sesuatu diluar cakupan cakrawala yang kita miliki. Misal dalam berbisnis begini, bagi saya tiga kali tiga itu hasilnya adalah sembilan. Tapi, bagi orang yang berpikir out of the box belum tentu hasilnya segitu, bisa jadi berjumlah dua kali lipat, atau malah berlipat-lipat. Jadi kenapa takut mempekerjakan orang lain untuk kemajuan? Bila memang perlu, ya, bajak.

Tidak Ngasih Tau

Mei 25, 2010

Lebih kurang sebulan lalu mampir di warnet itu. Semalam mampir lagi untuk scan dokumen dan ngenet sebentar. Selesai ngenet PakOsu nanyain sama penjaga warnet.

“Mas yang biasa nungguin malam hari kemana, dik.”
“Mas yang mana, ya.”
“Mas yang jaga malam, yang badannya agak gemuk, biasanya dia jaga sama istrinya.”
“Oh, maksudnya mas Riyan.”
“Iya kali. Saya, sih, saya gak tau namanya. Tapi dia sering jaga malam sama istrinya.”
“Dia udah meninggal sekitar dua minggu lalu. Meninggal di Jawa, katanya, sih, sakit dalam.”
“Innalillahi wainnailaihirojiun.”
“Maafin segala kesalahan mas Riyan, ya, pak.”
“Iya, sama-sama. Saya juga minta maaf. Dulu waktu tinggal di Pejaten saya sering ngenet malam-malam disini. Ya, yang jagain mas Riyan.”

Umur manusia siapa yang tahu. Kemaren masih kelihatan segar bugar, hari ini masuk rumah sakit. Hari ini masih kelihatan ceria, mana tau besok badan jasmani sudah jadi jasad dan disebut mayat. Maut itu datang tidak ngasih tahu, tidak ngetuk pintu, juga tidak memberi tahu kepada siapapun keluarga yang mau ditinggal. Sudah siapkah PakOsu?

Siap tidak siap, sang pencabut nyawa datang tepat pada waktunya.

Gak Nyambung, dan Aku Bertanya

Mei 25, 2010

Dulu waktu masih di kampung sudah menunjukkan tanda-tanda seorang pemimpin. Dilihat dari gayanya yang suka mengatur dan kepintaran dalam berbicara ketika masih jaman pra remaja. Walaupun beda kampung, tapi ketika sering lewat kampungnya dan melihat dia waktu itu, sudah ada ada tanda-tanda akan jadi “orang”. Ketika aku tamat smp tidak pernah ketemu lagi sama dia.

Malam kemaren ketemu dia. Dibawa teman untuk menemuinya sekitar jam sebelas malam ke tempat dia menginap di hotel Ibis, Slipi, Jakarta Barat. Saling salam dan mengenalkan diri, maklum sekitar dua puluh tahun tak bersua. Cerita tentang keluarga dan kerjaan. Aku kaget sewaktu dia cerita kalau latar belakang pendidikannya adalah parawisata. Sedang usaha yang dia kelola sekarang ini adalah perusahaan jasa konstruksi. Sungguh tidak nyambung antara bidang pendidikan dan usaha yang dijalankannya. Dengan fasih dan gamblang dia menjelaskan harga upah pekerja, harga satuan, analisa harga, trik menekan harga, cara efektif melaksanakan pekerjaan, dan teknik negosiasi. Lalu kenapa bisa?

Dia menjelaskan bisa karena alah biasa. Maksudnya dia mulai dari nol, tidak ujug-ujug. Ibarat bayi, dia mulai dari merangkak, jatuh bangun dalam mencoba, dan akhirnya bisa berjalan. Sekarang dia bahkan, kalau diibaratkan,  bisa berlari dalam bidang usaha yang digelutinya.

Saya jadi malu sendiri. Latar belakang pendidikan ada hubungannya dengan konstruksi, pengalaman kerja di bidang konstruksi melulu, dan bukan sombong punya kemampuan teknis seperti yang dibutuhkan kalau mau berkubang dibidang bangun-membangun itu. Lalu kenapa belum bisa seperti dia? Aku mempertanyakan nyali aku sendiri…

Sedekah

Mei 25, 2010

Tuhan akan memberi imbalan akan apa yang kita sedekahkan secara ikhlas. Imbalannya bukannya sejumlah yang kita sedekahkan, tapi malah berlipat ganda. Gak percaya? Coba aja dipraktekkan. Siang tadi saya membuktikan keajaiban itu.

Dibawah ini rumus matematika sedekah yang dipopulerkan oleh Ustad Yusuf Mansur. Anda boleh percaya boleh tidak. Lha, masalah keyakinan, sih, siapa yang bisa memaksa.

Disaat kita punya 10 dan kita sedekahkan 1, maka hasil akhirnya adalah:
10 – 1 = 9 + (1 x 10) = 19
Dan ketika kita punya 10 dan kita sedekahkan 2, maka hasil akhirnya adalah :
10-2=8 + (2 x 10) = 28
Saat kita punya 10 dan kita sedekahkan 3, maka hasil akhirnya adalah :
10-3=7 + (3 x10) = 37
demikian seterusnya .. sampai
Jika kita punya 10 dan kita sedekahkan10, hasil akhirnya adalah : 10-10 =0 + (10 x 10) = 100

Rumus diatas saya dapatkan dari sini.