Tidak Ngasih Tau

Lebih kurang sebulan lalu mampir di warnet itu. Semalam mampir lagi untuk scan dokumen dan ngenet sebentar. Selesai ngenet PakOsu nanyain sama penjaga warnet.

“Mas yang biasa nungguin malam hari kemana, dik.”
“Mas yang mana, ya.”
“Mas yang jaga malam, yang badannya agak gemuk, biasanya dia jaga sama istrinya.”
“Oh, maksudnya mas Riyan.”
“Iya kali. Saya, sih, saya gak tau namanya. Tapi dia sering jaga malam sama istrinya.”
“Dia udah meninggal sekitar dua minggu lalu. Meninggal di Jawa, katanya, sih, sakit dalam.”
“Innalillahi wainnailaihirojiun.”
“Maafin segala kesalahan mas Riyan, ya, pak.”
“Iya, sama-sama. Saya juga minta maaf. Dulu waktu tinggal di Pejaten saya sering ngenet malam-malam disini. Ya, yang jagain mas Riyan.”

Umur manusia siapa yang tahu. Kemaren masih kelihatan segar bugar, hari ini masuk rumah sakit. Hari ini masih kelihatan ceria, mana tau besok badan jasmani sudah jadi jasad dan disebut mayat. Maut itu datang tidak ngasih tahu, tidak ngetuk pintu, juga tidak memberi tahu kepada siapapun keluarga yang mau ditinggal. Sudah siapkah PakOsu?

Siap tidak siap, sang pencabut nyawa datang tepat pada waktunya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: