Kenapa Harus Kami?

Tadi sore denger berita dari tvone. Kata dirjen migas Evita Legowo, pemerintah mengkaji pembatasan pemakaian premium bersubsidi bagi kendaraan sepeda motor. Berita lengkapnya ada disono.

Kalau aturan yang tidak cerdas ini (bagi PakOsu) bener diberlakukan sama rata terhadap semua pemakai sepeda  motor, makin keraslah awak ini berpikir untuk menanggulangi biaya pembelian bbm. Mungkin nanti mikir dulu kalo mau jalan. Tujuan harus pasti, tidak ada yang namanya raun-raun, tidak jalan kalau tidak ada tujuan positif, dan kudu lebih hemat lagi.

Tapi kalau aturan itu diberlakukan bagi sepeda motor ber-cc tertentu, atau untuk tahun pembuatan yang terbaru, ya, PakOsu bersyukur juga. PakOsu, sih, berharap pemberlakuan aturannya jangan disamaratakan. Masa yang punya sepeda motor berkapasitas 500 cc beli  bbm harganya sama dengan yang punya sepeda motor butut berkapasitas 100 cc. Jelas tidak adil.

Untuk diketahui saja sama pemerintah, rata-rata orang yang beli sepeda motor adalah rakyat kecil dengan penghasilan minim. Dan boleh dikatakan rakyat kecil beli sepeda motor umumnya dengan cara kredit. Nyicil tiap bulan. Saya, contohnya, nyicil sepeda motor merek honda berkapasitas 100 cc selama 23 bulan. 23 bulan bukan waktu yang sebentar, kawan…

Satu Tanggapan to “Kenapa Harus Kami?”

  1. Duniaku Says:

    saya amankan pertamax dulu.. 😀 kita rakyat kecil hanya bisa pasrah..kenapa malah motor?jadi bingung saya Pak..kan udah jelas..bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk kemakmuran rakyat (maaf jika salah kutip UUD )duh jadi buruk sangka..capek lihat brita ditipi tentang korupsi si A sekian M,si B sekian M 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: